ZONAKITA

zonakita bertujuan untuk menyiapkan generasi baru pemimpin bangsa dan kami berusaha untuk mendukung mereka sepenuh hati untuk bergerak lebih maju

Uang, Potensi dan Pola Pikir Melihatnya

Kali ini kita membahas tentang uang dan potensi, di mana banyak sekali orang yang salah dalam bagaimana melihat ketua ini


Kesalahan ini muncul bukan karena kesalahan orang tersebut, tapi karena pendidikan kita sering memposisikan uang adalah hal paling utama dalam melakukan sesuatu.


Sehingga banyak orang berpikir kalau mau bisnis butuh uang, mau berkarya butuh uang, mau bahagia butuh uang. Dan lain-lain


Apakah ini salah? Tidak sepenuhnya salah namun alangkah baiknya apabila kita memiliki pandangan yang lebih baik untuk menilai uang.


Pandangan seperti apa itu?


Ayo kita melihat sejarah tentang zaman sebelum ada uang.


Di zaman sebelum ada uang, maka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seseorang melakukan barter.


Yaitu mereka saling tukar barang sesuai dengan kebutuhannya antara satu dengan yang lainnya.


Karena untuk barter yang sesuai itu sulit menemukan orang yang sama-sama butuh, maka orang zaman dahulu hidup secara berkelompok. Dan mereka akan sangat kenal antara orang satu dengan yang lainnya mereka ahli dalam bidang apa.


Inilah pola pikir yang hilang pertama ada orang zaman sekarang, jika orang dahulu mereka hidup berkelompok orang zaman sekarang lebih hidup individualis.


Dan ini harus diubah dan temukan kelompok kalian!


Di zaman dahulu sebelum ada uang kehidupan dilakukan dengan barter, sehingga orang dahulu berpikir aku bisa melakukan apa, bisa memproduksi apa, atau kerjasama dengan siapa. dan karena dari awal sudah hidup berkelompok, dengan mudah mereka mendapatkan relasi yang dibutuhkan.


Dan hari ini karena pola pikir pertama sudah hilang pola pikir kedua pun juga hilang, hari ini orang berpikir uangku berapa dahulu sebelum berpikir tentang apa yang bisa mereka lakukan.


Padahal apabila orang sekarang masih memiliki pola pikir yang sama dengan orang dahulu tentang kemampuan mereka dahulu bisa melakukan apa, alasan mereka gagal bukan karena uang. Karena di zaman dahulu itu belum ada.


Pendidikan kitapun juga lebih mengajarkan kita hidup bersaing, dari pada bagaimana kerjasama, benar kan?



Dan ini harus diubah, temukan potensi kalian dan mulailah bergerak dan kerjasama!


Pola pikir berikutnya adalah mental gratisan, orang zaman dahulu berpikir bahwa mereka harus melakukan barter atau tukar jasa untuk mendapatkan sesuatu.


Namun di zaman sekarang di mana YouTube gratis, Facebook gratis, WhatsApp gratis, banyak yang berpikir kita bisa mendapatkan semuanya dengan gratis.


Tapi faktanya tidak seperti itu, banyak generasi muda berpikir ingin mendapatkan semuanya gratis dan berakhir tidak mendapatkan apapun.


Kita optimalkan diri kita butuh namanya tim yang solid, kita butuh pengadaan barang, kita butuh skill, dan lain-lain.


tidak ada bisnis tanpa modal, yang ada adalah tidak bemodal uang saat itu. tapi tetap butuh skill, dan skill itu didapat dari sekolah kalian, dan sekolah kalian bayar (tidak sepenuhnya Gratis)


semoga kalian tidak termasuk ya, tapi kadar akut minta gratisan hari ini banyak yang akut sekali.


Bahkan ada orang yang temannya mulai buka usaha, mereka akan minta gratisan ke temannya, padahal pada saat awal memulai usaha bebannya berat banget lho. 


Tapi ada lho orang yang minta gratisan ke temannya yang mulai usaha. Alasannya harga teman lah, buat promo, tester, dll


Padahal itu ke teman lho, kok bisa setega itu. Harusnya apabila itu teman kalian maka kalian harus dukung usahanya dengan membeli di harga lebih.


Supaya usaha teman kalian itu besar, dan bayangkan apabila teman-teman kalian memperlakukan kalian seperti itu juga. 


Pasti usaha kalian akan jauh lebih besar karena di support atau didukung oleh teman-teman kalian.


Bukan malah minta gratisan yang membuat usaha teman kalian semakin berat untuk semakin besar.


jadi pola pikir orang jaman dahulu yang harus melakukan barter / tukar jasa harus tetap ada pada diri kalian. tapi jika merasa ribet dengan itu, gunakanlah uang sebagai pelicin transaksi atau muamalahnya.


Jadi tiga pola pikir ini harus diperbaiki

  1. Buatlah komunitas jangan hidup individualis

  2. Fokus pada potensi atau yang bisa kalian lakukan bukan malah menyalahkan tidak ada uang sehingga tidak melakukan karya apapun

  3. lakukan barter atau tukar jasa dengan teman kalian, jika sulit gunakan uang sebagai pelicin muamalahnya.


Tiga pola pola pikir itu adalah pola pikir orang zaman dahulu yang hilang hari ini, sehingga sangat wajar apabila kita sering mendengar bahwa kehidupan zaman dahulu lebih tenang dan bahagia dibandingkan zaman sekarang.


Mungkin dari sisi teknologi hari ini lebih maju, tapi kalau dari sisi kedamaian, ketenangan, kebahagiaan menurut kalian bagaimana?


Yuk perbaikii pola pikir kita, dan jadi lebih baik


Catatan:

Untuk memberi gratis itu adalah hak pengusaha untuk memberi, seperti zonakita.net juga memberikan tes secara gratis, marketplace dengan gratis ongkir nya, dan lain-lain. Karena dengan memberi kita juga berbagi dan itu baik.

Namun tidak boleh kita sebagai konsumen atau pengusaha memiliki mental gratisan.
mental ini akan membuat seseorang semakin terpuruk, karena mereka akan sadar bahwa tidak semua di dunia ini bisa didapatkan dengan gratis dan memperlambat kehidupannya.
Show Comments

Popular Post