DUIT: Benarkah Tujuan Kita?

 Sejumlah dalil menganjurkan kita untuk kuat finansial. Berduit, berharta.


“Orang beriman yang kuat lebih dicintai Allah.” 

Karena sudah punya iman, maka kuatlah.


“Sebaik-baik harta berada di tangan orang beriman.” 

Karena sudah punya iman, maka berhartalah.


“Berjuanglah dengan harta dan jiwa.” 

Karena sudah punya jiwa, maka berhartalah.


Kalau kita kuat secara ekonomi, jangankan keluarga dan tetangga, negara lain pun bisa kita bantu. Kalau lemah, maaf, bukan mustahil malah kita yang dibantu. Kita sama-sama tahu, kekuatan ekonomi memang bukan nomor satu, bukan penentu, tapi sangat sangat berpengaruh.


Hei, kenapa Palestina tertindas selama puluhan tahun? Salah satu sebabnya, Palestina dan negara-negara pendukungnya lemah secara ekonomi. Arab Saudi dan Qatar memang kaya. Tapi mohon maaf masih kalah jauuuuuh dibanding kekayaan dan kekuatan Amerika. 


Mau tahu sekuat apa Amerika saat ini? Sebagai gambaran, jumlah pengusahanya hampir 40 juta orang. Kita ambil tiga raksasa teknologi, sebut saja namanya A, B, dan C. Mau tahu sekaya apa tiga orang ini?


Kekayaan A hampir sama dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) New Zealand. Kekayaan B lebih besar dibandingkan total PDB Yordania, Nikaragua, dan Jamaika. Kekayaan C setara dengan APBN 2020, lima kali lipat dari harta orang terkaya Indonesia.


Itu baru 3 pengusaha. Kebayang kekuatan 40 juta pengusaha? Kebayang kekuatan ekonomi dan militer negaranya? 


Saya pun coba membayangkan sebaliknya. Andai Indonesia sekuat Amerika. Andai Malaysia sekuat Uni Eropa. Lalu Presiden Indonesia dan Perdana Menteri Malaysia menyampaikan ke publik, “Hei, kami ini sekutu Palestina! Tolong jangan ganggu Palestina!” Saya yakin, semua negara akan nurut, manut, ngikut.  

Terus, menyikapi Palestina saat ini, apa yang kita bisa lakukan? 😞


Pertama, berdoa. Kedua, bersuara. Ketiga, berduit. Maksud saya, jadilah pengusaha, cegatlah duit sebanyak-banyaknya, dan gunakan itu untuk membela kebenaran. Itulah salah satu fungsi uang, menopang kebenaran (haq).


Percayalah, sekelompok pengusaha yang ultra-kaya bisa mempengaruhi keputusan sebuah negara. Kalau pengusahanya BAIK, insya Allah kebijakan negara juga ikut BAIK. Itu yang saya yakini.

Posting Komentar

Halaman

Copyright © 2020

ZONAKITA