Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagi istri, Maaf lahir Batin itu tidak Cukup

Selain ‘mohon maaf lahir-batin’ istri juga sering ngomong ‘mohon nafkah lahir-batin’. Itu sih wajar. Gimanapun suami itu pemimpin, pelindung, sekaligus PENAFKAH.

 

Kenapa istri diperintahkan taat kepada suami? Soalnya memang suami yang memimpin (bertanggung-jawab), melindungi, dan menafkahi istrinya. Di sini, suami punya hak untuk ditaati, tapi juga punya kewajiban-kewajiban. Seimbang.


Jadi, kalau sudah beristri, nggak cukup bermodalkan ‘kasih sayang’. Hendaknya juga ‘kasih uang’. Misalnya istri seharian ngomel dan ngedumel, bukan berarti dia perlu ruqyah. Jangan-jangan dia perlu rupiah, hehehe.


Istri deg-degan, boleh nggak? Boleh dong. Tapi pastikan karena jatuh cinta, bukan karena jatuh tempo. Karena romantis, bukan karena saldo kritis, hehehe. 


Tolong catat, salah satu ciri pria romantis itu ngasih bunga, sekalian ngasih taman dan rumahnya, hehehe. Ndak usah protes. Mending berdoa dan berusaha. Saya bantu aminkan.


Begini. Baik suami maupun istri, jangan tabu ngomong nafkah dan harta. Saran, jadilah sepasang suami-istri yang berhasil memperbudak harta. Bukan apa-apa, ini sangat langka. Biasanya orang itu malah DIPERBUDAK sama harta. Terusin baca sampai selesai ya.


Yang parah, sepasang suami-istri yang nggak punya apa-apa, tapi siang-malam membayangkan harta. Jelas, mereka sudah hubbud dunya dan diperbudak sama harta, walaupun nggak punya harta sama sekali.

Masih soal harta. Ingatkan pasangan kita untuk membantu keluarga. Ingatkan juga untuk bersedekah lebih sering dan lebih banyak, di antaranya untuk Palestina. Beberapa tahun yang lalu, alhamdulillah istri mendukung keputusan saya melepas Pajero dan rumah di Lombok untuk Palestina. 


Tegur pasangan kita kalau ternyata sukanya cuma menumpuk-numpuk harta. Atau mengoleksi barang-barang yang nggak ada faedahnya sama sekali, karena itu bisa memberatkan hisab. Ingat, bukan sekedar MAMPU beli, tapi harus MAMPU juga mempertanggung-jawabkan di akhirat kelak. Silakan di-share seluas-luasnya.


Percayalah, harta itu netral. Kalau di tangan suami-istri yang baik insya Allah harta itu akan menjadi sumber kebaikan!

Wallahu a'lam bish-shawab.

Posting Komentar untuk "Bagi istri, Maaf lahir Batin itu tidak Cukup"